INDONESIA perlu kembangbiakkan HACKER handal

Posted by D-KeyHacker On Jumat, 18 Juni 2010 0 komentar

Yogyakarta, Jelang tiga hingga empat tahun mendatang, Indonesia benar-benar membutuhkan para hacker handal yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga jaringan komputer perindustrian. Hacker perlu 'dikembangbiakkan'.Hal itu diungkapkan Michael Sunggiardi, praktisi komputer sekaligus juri ajang PANHAC 2007 yang akan datang, pada saat konferensi pers Pazia-Acer National Hacking Competition (PANHAC) yang digelar Jumat (11/5/207) di Universitas Atmajay, Yogyakarta.Michael optimis bahwa bibit unggul hacker bisa dicari melalui kegiatan hacking. Menurutnya, bukan tak mungkin ajang kompetisi hacking menjadi salah satu arena untuk mencari bibit unggul sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang Teknologi Informasi (TI).Ia menekankan, hacker sungguh berbeda dengan cracker. Keduanya memang memiliki aktivitas yang sama, yakni berhubungan dengan jaringan komputer. Hanya saja, tujuan aktivitas hacker dan cracker sangat berbeda. Cracker boleh dibilang sebagai kalangan yang bertindak tidak baik dengan memanfaatkan celah keamanan, sementara hacker lebih kepada penjagaan jaringan komputer.Infrastruktur internet Indonesia tidak mendukung kegiatan hackerMenurut Michael, kondisi perindustrian Indonesia saat ini belum memungkinkan bagi seorang hacker untuk terjun langsung dalam dunia industri untuk menangani keamanan jaringan.

Pasalnya, infrastruktur Internet Indonesia sama sekali tidak mendukung kegiatan para hacker tersebut.Michael juga mencontohkan, mayoritas sambungan Internet yang ada saat ini bukanlah sambungan broadband sehingga tidak memungkinkan bagi para hacker untuk melakukan pekerjaannya secara berkala. Selain itu, jago-jago hacking Indonesia, kini lebih memilih pergi ke negara tetangga akibat kurangnya penghargaan terhadap kemampuan mereka.Kondisi tersebut makin diperparah dengan kebiasaan para hacker Indonesia yang jarang sekali mendokumentasikan pekerjaannya. Dalam pandangan Michael, hacker Indonesia jarang sekali mau menulis dan membagi pengetahuannya, sehingga penyebaran ilmu hack juga mengalami kendala. Ia membandingkan dengan hacker Amerika Serikat dan Eropa yang selalu menuliskan apa saja yang telah mereka kerjakan.Ajang PANHAC 2007 tak hanya diharapkan sebagai ajang kegiatan hacking semata. Namun, lebih kepada memberikan pemahaman akan keberadaan hacker dan aktivitasnya. Para juaranya, berarti mampu menunjukkan diri sebagai bibit-bibit unggul yang dapat dimanfaatkan dalam dunia industri di Indonesia. Sebagai contoh, lanjut Michael, juara utama PANHAC 2006 lalu yang diraih oleh Ahmad Atas dari Makassar telah mampu mendongkrak karirnya dalam bidang TI. Awalnya, Ahmad hanyalah salah satu staf TI pada perusahaan semen Bosoa. Namun setelah kemenangannya, ia kini menduduki jabatan Kepala TI di perusahaan yang sama. Selain itu, negara seperti Singapura dan Amerika Serikat bahkan sudah mulai mempekerjakan para hacker kelas kakap untuk menjaga jaringan komputer mereka.Sayangnya, Acer sendiri belum dapat memberikan jaminan pekerjaan pada para hacker yang menjuarai kompetisi PANHAC 2. Michael mengungkap, Acer tidak melakukan pemantauan secara resmi pada para 'lulusan' PANHAC 2006. Yang ACER lakukan hanya sebatas menjaga hubungan semata. Disisi lain, ketika ditanyakan tentang kemungkinan meningkatnya jumlah hacker setelah kompetisi hacker PANHAC 2 dilaksanakan, Michael hanya menjawab singkat, "Semua dikembalikan pada masing-masing individu."Dicontohkannya, Dani Firman Syah, yang pernah menjadi 'bintang' karena membobol situs KPU dengan kemampuan hackingnya, sebetulnya bukanlah orang jahat. "Kalau ia jahat, semua (isi situs KPU-red) akan ia hapus," ungkap Michael.Dani yang pernah mendekam di penjara selama 6 bulan 21 hari tersebut kini justru bekerja di Xnuxer, grup riset keamanan komputer dan menjadi salah satu juri dalam PANHAC

0 komentar:

Posting Komentar